<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Lembaga Studi Al-Qur'an (LSQ) Bina Muda Cicalengka</title>
	<atom:link href="http://lsqbinamuda.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lsqbinamuda.wordpress.com</link>
	<description>Membangun Jiwa Islami</description>
	<lastBuildDate>Fri, 02 Jan 2009 13:14:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='lsqbinamuda.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Lembaga Studi Al-Qur'an (LSQ) Bina Muda Cicalengka</title>
		<link>http://lsqbinamuda.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://lsqbinamuda.wordpress.com/osd.xml" title="Lembaga Studi Al-Qur&#039;an (LSQ) Bina Muda Cicalengka" />
	<atom:link rel='hub' href='http://lsqbinamuda.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>SAATNYA GENERASI ISLAM BERBENAH DIRI</title>
		<link>http://lsqbinamuda.wordpress.com/2009/01/02/saatnya-generasi-islam-berbenah-diri/</link>
		<comments>http://lsqbinamuda.wordpress.com/2009/01/02/saatnya-generasi-islam-berbenah-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Jan 2009 13:05:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lsqbinamuda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin AL-KAHFI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lsqbinamuda.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Islam adalah agama yang sangat memperhatikan dan memuliakan para pemuda, Al-Qur’an menceritakan tentang potret pemuda ashaabul kahfi sebagai kelompok pemuda yang beriman kepada Allah SWT dan meninggalkan mayoritas kaumnya yang menyimpang dari agama Allah SWT, sehingga Allah SWT menyelamatkan para pemuda tersebut dengan menidurkan mereka selama 309 tahun. Kisah pemuda ashaabul ukhdud dalam al-Qur’an juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lsqbinamuda.wordpress.com&amp;blog=5490323&amp;post=46&amp;subd=lsqbinamuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span>I</span><span lang="IN">slam adalah agama yang sangat memperhatikan dan memuliakan para pemuda, </span><span>A</span><span lang="IN">l-Qur’an menceritakan tentang potret pemuda ashaabul kahfi sebagai kelompok pemuda yang beriman kepada Allah SWT dan meninggalkan mayoritas kaumnya yang menyimpang dari agama Allah SWT, sehingga Allah SWT menyelamatkan para pemuda tersebut dengan menidurkan mereka selama 309 tahun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span lang="IN">Kisah pemuda ashaabul ukhdud dalam al-Qur’an juga menceritakan tentang pemuda yang tegar dalam keimanannya kepada Allah SWT sehingga menyebabkan banyak masyarakatnya yang beriman dan membuat murka penguasa sehingga ratusan orang dibinasakan dengan diceburkan ke dalam parit berisi api yang bergejolak. Dan masih banyak lagi contoh-contoh kisah para pemuda lainnya, diantaranya bahwa mayoritas dari assabiquunal awwaluun (orang-orang yang pertama kali beriman kepada Rasulullah SAW) adalah para pemuda (Abubakar r.a masuk Islam pada usia 32 tahun, Umar r.a 35 th, Ali r.a 9 th, Utsman r.a 30 th, dst).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span lang="IN">Sifat-sifat yang menyebabkan para pemuda tersebut dicintai Allah SWT dan mendapatkan derajat yang tinggi sehingga kisahnya diabadikan dalam al-Qur’an dan dibaca oleh jutaan manusia dari masa ke masa, adalah sebagai berikut :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span lang="IN">1.<span> </span>Karena mereka selalu menyeru pada al-haq. (Q.S 7/181)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span lang="IN">2.<span> </span>Mereka mencintai Allah SWT, maka Allah SWT mencintai mereka. (QS 5/54)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span lang="IN">3.<span> </span>Mereka saling melindungi, menegakkan shalat (QS 9/71) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span lang="IN">4.<span> </span>Tidak sebagaimana para pemuda yang menjadi musuh Allah SWT (QS 9/67)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span lang="IN">5.<span> </span>Mereka adalah para pemuda yang memenuhi janjinya kepada Allah SWT (QS 13/20)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span lang="IN">6.<span> </span>Mereka tidak ragu-ragu dalam berkorban diri dan harta mereka untuk kepentingan Islam (QS 49/15)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span lang="IN">“Maksud agama ialah merentangkan jalan, manakala fikiran membanding dan menimbang.” ( Hamka)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span lang="IN"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span lang="IN">Jika kita menyaksikan kondisi mayoritas ummat Islam saat ini, maka terlihat bahwa sebagian besar ummat berada pada keadaan yang sangat memprihatinkan, mereka bagaikan buih terbawa banjir, tidak memiliki bobot dan tidak memiliki nilai. Jika dilakukan analisis secara mendalam dari sudut pandang agama, maka akan terlihat bahwa realitas ummat yang demikian disebabkan oleh hal-hal sbb:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span lang="IN">• Penyakit ummat Islam saat ini (baik di Indonesia maupun di berbagai negara Islam) berpangkal pada sikap infirodiyyah (individualisme). Maksudnya adalah bahwa mayoritas ummat Islam saat ini bekerja sendiri-sendiri dan sibuk dengan masalahnya masing-masing tanpa berusaha untuk menggalang persatuan dan membuat suatu bargaining position demi kepentingan ummat. Para ulama dan muballigh sibuk bertabligh, para pengusaha muslim sibuk dengan usahanya dan para pejabatnya sibuk mempertahankan jabatannya, tidak ada koordinasi dan spesialisasi untuk bekerja sesuai dengan bidangnya kemudian hasilnya dimusyawarahkan untuk kepentingan bersama. Demikian pula di tingkat ORMAS dan ORPOL, masing-masing bekerja sendiri tidak ada kerjasama satu dengan lainnya. Hal inilah yang menyebabkan jurang pemisah antara masing-masing kelompok semakin besar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span lang="IN">• Secara kejiwaan beberapa penyakit yang memperparah kondisi ummat Islam saat ini diantaranya adalah:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span lang="IN">1. Emosional, artinya bahwa ikatan keislaman mayoritas ummat saat ini baru pada ikatan emosional saja, belum disertai dengan kefahaman yang mendalam akan ajaran agamanya. Sehingga disiplin untuk bekerja, semangat untuk berdakwah, gairah berinfak, dsb baru pada taraf emosional, bersifat reaktif dan sesaat saja (QS 22/11).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span lang="IN">2. Orientasi kultus. Dalam pelaksanaan ibadah ritual, menjalankan pola hidup sampai dengan mensikapi berbagai peristiwa kontemporer, mayoritas masyarakat muslim tidak berpegang kepada dasar (dhawabith) kaidah-kaidah Islam yang jelas, karena pengetahuan keislaman yang pas-pasan, sehingga lebih memandang kepada pendapat berbagai tokoh yang dikultuskan. Celakanya para tokoh tersebut kebanyakan dikultuskan oleh berbagai lembaga yang tidak memiliki kompetensi sama sekali dalam bidang agama, seperti media massa, sehingga bermunculanlah para ulama selebriti yang berfatwa tanpa ilmu, sehingga sesat dan menyesatkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span lang="IN">3. Sok pintar. Sifat kejiwaan lain yang menonjol pada mayoritas kaum muslimin saat ini adalah merasa sok pintar dalam hal agama. Jika dalam bidang kedokteran misalnya, mereka sangat menghargai spesialisasi profesi, sehingga yang memiliki otoritas untuk berbicara masalah penyakit adalah dokter, demikian seterusnya kaidah ini berlaku untuk bidang-bidang lainnya, kecuali bidang agama. Dalam bidang agama, dengan berbekal pengetahuan Islam yang ala kadarnya setiap orang sudah merasa cukup dan merasa tidak perlu belajar lagi untuk berani berbicara, berpendirian, bahkan berfatwa. Seolah-olah agama tidak memiliki kaidah-kaidah dan hukum-hukum yang perlu dipelajari dan dikuasai sehingga seorang layak berbicara dengan mengatasnamakan Islam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span lang="IN">4. Meremehkan yang lain. Sifat lain yang muncul sebagai kelanjutan dari rasa sok pintar diatas adalah meremehkan pendapat orang lain. Dengan ringannya seorang yang baru belajar agama di sebuah universitas di Barat berani menyatakan bahwa jilbab adalah sekedar simbol saja bukan suatu kewajiban syar’i, yang dengan “fatwa-prematurnya” ini ia telah berani menafsirkan tanpa kaidah atas ayat al-Qur’an, menta’wil secara bathil hadits-hadits shahih serta membuang sirah nabawiyyah (perjalanan kehidupan Nabi SAW dan para sahabatnya) dan ijma’ (kesepakatan) fatwa para ulama sedunia, baik salaf (terdahulu) maupun khalaf (kontemporer).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span lang="IN">• Adapun secara aktifitas (amaliyyah) beberapa penyakit yang menimpa mayoritas ummat Islam saat ini diantaranya adalah :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span lang="IN">1. Sembrono. Dalam aspek aktifitas, maka mayoritas ummat melakukan kegiatan dakwah secara sembrono, tanpa perencanaan dan perhitungan yang matang sebagaimana yang mereka lakukan jika mereka mengelola suatu usaha. Akibat aktifitas yang asal jadi ini, maka dampak dari dakwah tersebut kurang atau tidak terasa bagi ummat. Kegiatan tabligh, ceramah, perayaan hari-hari besar agama yang dilakukan hanya sekedar menyampaikan, tanpa ada follow up dan reevaluasi terhadap hasilnya. Khutbah jum’at hanya sekedar melaksanakan rutinitas tanpa dilakukan pembuatan silabi yang berbobot sehingga jama’ah sebagian besar datang untuk tidur daripada mendengarkan isi khutbah. Kegiatan membaca al-Qur’an hanya terbatas kepada menikmati keindahan suara pembacanya, tanpa diiringi dengan keinginan untuk menikmati dan merenungkan isinya, sehingga disamakan dengan menikmati lagu-lagu dan nyanyian belaka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span lang="IN">2.<span> </span>Parsial. Dalam melaksanakan Islam, mayoritas ummat tidak berusaha untuk mengamalkan keseluruhan kandungan al-Qur’an dan as-Sunnah, melainkan lebih memilih kepada bagian-bagian yang sesuai dengan keinginannya dan menghindari hal-hal yang tidak sesuai dengan hawa nafsunya (QS 2/85). Sehingga seorang sudah dipandang sebagai muslim sejati, hanya dengan indikator melakukan shalat atau puasa saja. Padahal shalat hanya bagian yang sangat kecil saja yang menjadi kewajiban seorang muslim, disamping aturan-aturan lain yang juga wajib dilaksanakan oleh seorang muslim dalam berekonomi, politik, pergaulan, pola pikir, cita-cita, bekerja, dsb. Yang kesemuanya tanpa kecuali akan diminta pertanggungjawaban kita di akhirat kelak (QS 2/208).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span lang="IN">3. Tradisional. Islam yang dilaksanakan masih bersifat tradisional, baik dari sisi sarana maupun muatannya. Dari sisi sarana, kaum muslimin belum mampu menggunakan media-media modern secara efektif untuk kepentingan dakwah, seperti ceramah dengan simulasi komputer, VCD film-film yang islami, iklan-iklan yang sesuai dengan nilai-nilai Islam, kebanyakan masih mengandalkan kepada cara tradisional seperti ceramah di mesjid, musholla dan di lapangan. Sementara dari sisi muatannya, maka isi ceramah yang disampaikan kebanyakan masih bersifat fiqih oriented; masalah-masalah aqidah, ekonomi yang islami, sistem politik yang islami, apalagi masalah-masalah dunia Islam kontemporer sama sekali belum banyak disentuh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span lang="IN">4. Tambal-sulam. Dalam menyelesaikan berbagai persoalan ummat, pendekatan yang dilakukan bersifat tambal sulam dan sama sekali tidak menyentuh esensi permasalahan yang sebenarnya. Sebagai contoh, mewabahnya AIDS cara mengatasinya sama sekali bertentangan dengan Islam, yaitu dengan membagi-bagi kondom. Seolah-olah lupa atau sengaja melupakan bahwa pangkal sebab dari AIDS adalah melakukan hubungan seks tidak dengan pasangan yang sah. Dan cara menanggulanginya adalah dengan memperbaiki muatan pendidikan agama yang diajarkan dari sejak sekolah menengah sampai perguruan tinggi. Demikian pula masalah2 lainnya seperti tawuran pelajar, meningkatnya angka kriminalitas, penyalahgunaan Narkoba, menjamurnya KKN ; kesemuanya berpangkal pada satu sebab yaitu lemahnya pemahaman dan kepedulian pemerintah dalam mengajarkan dan menerapkan aturan-aturan Islam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span lang="IN">Abi Abdullah (http://www.al-ikhwan.net)</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lsqbinamuda.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lsqbinamuda.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lsqbinamuda.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lsqbinamuda.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lsqbinamuda.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lsqbinamuda.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lsqbinamuda.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lsqbinamuda.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lsqbinamuda.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lsqbinamuda.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lsqbinamuda.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lsqbinamuda.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lsqbinamuda.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lsqbinamuda.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lsqbinamuda.wordpress.com&amp;blog=5490323&amp;post=46&amp;subd=lsqbinamuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lsqbinamuda.wordpress.com/2009/01/02/saatnya-generasi-islam-berbenah-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bc4fcebed6b971cc3cc40c56a1233f5b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lsqbinamuda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Terminologi Al-Qur&#8217;an</title>
		<link>http://lsqbinamuda.wordpress.com/2008/12/02/terminologi-al-quran/</link>
		<comments>http://lsqbinamuda.wordpress.com/2008/12/02/terminologi-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 01:42:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lsqbinamuda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lsqbinamuda.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Dr. Subhi Al Salih mendefinisikan Al-Qur&#8217;an sebagai berikut: “Kalam Allah SWT yang merupakan mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan ditulis di mushaf serta diriwayatkan dengan mutawatir di mana membacanya termasuk ibadah”. Adapun Muhammad Ali ash-Shabuni mendefinisikan Al-Qur&#8217;an sebagai berikut: &#8220;Al-Qur&#8217;an adalah firman Allah yang tiada tandingannya, diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW penutup para [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lsqbinamuda.wordpress.com&amp;blog=5490323&amp;post=24&amp;subd=lsqbinamuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dr. Subhi Al Salih mendefinisikan Al-Qur&#8217;an sebagai berikut:</p>
<p><em>“Kalam Allah SWT yang merupakan <a title="Mukjizat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mukjizat">mukjizat</a> yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan ditulis di mushaf serta diriwayatkan dengan <a class="mw-redirect" title="Mutawatir" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mutawatir">mutawatir</a> di mana membacanya termasuk <a class="mw-redirect" title="Ibadah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ibadah">ibadah</a>”.</em></p>
<p>Adapun Muhammad Ali ash-Shabuni mendefinisikan Al-Qur&#8217;an sebagai berikut:</p>
<p><em>&#8220;Al-Qur&#8217;an adalah firman Allah yang tiada tandingannya, diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW penutup para <a title="Nabi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nabi">Nabi</a> dan <a title="Rasul" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rasul">Rasul</a>, dengan perantaraan <a class="mw-redirect" title="Malaikat Jibril" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malaikat_Jibril">Malaikat Jibril</a> a.s. dan ditulis pada mushaf-mushaf yang kemudian disampaikan kepada kita secara <a class="mw-redirect" title="Mutawatir" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mutawatir">mutawatir</a>, serta membaca dan mempelajarinya merupakan <a class="mw-redirect" title="Ibadah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ibadah">ibadah</a>, yang dimulai dengan surat <a class="mw-redirect" title="Al-Fatihah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Al-Fatihah">Al-Fatihah</a> dan ditutup dengan surat <a class="mw-redirect" title="An-Nas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/An-Nas">An-Nas</a>&#8220;</em></p>
<p>Dengan definisi tersebut di atas sebagaimana dipercayai <a title="Muslim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muslim">Muslim</a>, firman Allah yang diturunkan kepada Nabi selain Nabi Muhammad SAW, tidak dinamakan Al-Qur’an seperti <a class="mw-redirect" title="Kitab Taurat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kitab_Taurat">Kitab Taurat</a> yang diturunkan kepada umat <a class="mw-redirect" title="Nabi Musa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nabi_Musa">Nabi Musa</a> AS atau <a class="mw-redirect" title="Kitab Injil" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kitab_Injil">Kitab Injil</a> yang diturunkan kepada umat <a class="mw-redirect" title="Nabi Isa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nabi_Isa">Nabi Isa</a> AS. Demikian pula firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang membacanya tidak dianggap sebagai <a class="mw-redirect" title="Ibadah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ibadah">ibadah</a>, seperti <a title="Hadits Qudsi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hadits_Qudsi">Hadits Qudsi</a>, tidak termasuk Al-Qur’an.</p>
<p>http://id.wikipedia.org/wiki/Al-Qur&#8217;an</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lsqbinamuda.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lsqbinamuda.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lsqbinamuda.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lsqbinamuda.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lsqbinamuda.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lsqbinamuda.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lsqbinamuda.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lsqbinamuda.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lsqbinamuda.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lsqbinamuda.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lsqbinamuda.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lsqbinamuda.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lsqbinamuda.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lsqbinamuda.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lsqbinamuda.wordpress.com&amp;blog=5490323&amp;post=24&amp;subd=lsqbinamuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lsqbinamuda.wordpress.com/2008/12/02/terminologi-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bc4fcebed6b971cc3cc40c56a1233f5b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lsqbinamuda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sejarah Al-Qur&#8217;an Hingga berbentuk mushaf</title>
		<link>http://lsqbinamuda.wordpress.com/2008/11/14/sejarah-al-quran-hingga-berbentuk-mushaf/</link>
		<comments>http://lsqbinamuda.wordpress.com/2008/11/14/sejarah-al-quran-hingga-berbentuk-mushaf/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2008 07:47:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lsqbinamuda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lsqbinamuda.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Penurunan Al-Qur&#8217;an Dipercayai oleh umat Islam bahwa penurunan Al-Qur&#8217;an terjadi secara berangsur-angsur selama 23 tahun. Oleh para ulama membagi masa turun ini dibagi menjadi 2 periode, yaitu periode Mekkah dan periode Madinah. Periode Mekkah berlangsung selama 13 tahun masa kenabian Rasulullah SAW dan surat-surat yang turun pada waktu ini tergolong surat Makkiyyah. Sedangkan periode Madinah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lsqbinamuda.wordpress.com&amp;blog=5490323&amp;post=33&amp;subd=lsqbinamuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><span class="mw-headline">Penurunan Al-Qur&#8217;an</span></h3>
<dl>
<dd>
<div id="catmore" class="boilerplate"><em></em></div>
</dd>
</dl>
<p>Dipercayai oleh umat Islam bahwa penurunan Al-Qur&#8217;an terjadi secara berangsur-angsur selama 23 tahun. Oleh para ulama membagi masa turun ini dibagi menjadi 2 periode, yaitu periode Mekkah dan periode Madinah. Periode Mekkah berlangsung selama 13 tahun masa kenabian <a title="Muhammad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad">Rasulullah</a> SAW dan surat-surat yang turun pada waktu ini tergolong surat <a class="mw-redirect" title="Makkiyyah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Makkiyyah">Makkiyyah</a>. Sedangkan periode Madinah yang dimulai sejak peristiwa <a title="Hijrah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hijrah">hijrah</a> berlangsung selama 10 tahun dan surat yang turun pada kurun waktu ini disebut surat <a title="Madaniyah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Madaniyah">Madaniyah</a>.</p>
<p><a id="Penulisan_Al-Qur.27an_dan_perkembangannya" name="Penulisan_Al-Qur.27an_dan_perkembangannya"></a></p>
<h3><span class="mw-headline">Penulisan Al-Qur&#8217;an dan perkembangannya</span></h3>
<p>Penulisan (pencatatan dalam bentuk teks) Al-Qur&#8217;an sudah dimulai sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Kemudian transformasinya menjadi teks yang dijumpai saat ini selesai dilakukan pada zaman <a title="Khalifah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Khalifah">khalifah</a> <a title="Utsman bin Affan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Utsman_bin_Affan">Utsman bin Affan</a>.</p>
<p><a id="Pengumpulan_Al-Qur.27an_di_masa_Rasullulah_SAW" name="Pengumpulan_Al-Qur.27an_di_masa_Rasullulah_SAW"></a></p>
<h4><span class="mw-headline">Pengumpulan Al-Qur&#8217;an di masa Rasullulah SAW</span></h4>
<p>Pada masa ketika Nabi Muhammad SAW masih hidup, terdapat beberapa orang yang ditunjuk untuk menuliskan Al Qur&#8217;an yakni <a title="Zaid bin Tsabit" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Zaid_bin_Tsabit">Zaid bin Tsabit</a>, <a class="mw-redirect" title="Ali bin Abi Talib" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_bin_Abi_Talib">Ali bin Abi Talib</a>, <a title="Muawiyah bin Abu Sufyan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muawiyah_bin_Abu_Sufyan">Muawiyah bin Abu Sufyan</a> dan <a title="Ubay bin Kaab" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ubay_bin_Kaab">Ubay bin Kaab</a>. Sahabat yang lain juga kerap menuliskan wahyu tersebut walau tidak diperintahkan. Media penulisan yang digunakan saat itu berupa pelepah kurma, lempengan batu, daun lontar, kulit atau daun kayu, pelana, potongan tulang belulang binatang. Di samping itu banyak juga sahabat-sahabat langsung menghafalkan ayat-ayat Al-Qur&#8217;an setelah wahyu diturunkan.</p>
<p><a id="Pengumpulan_Al-Qur.27an_di_masa_Khulafaur_Rasyidin" name="Pengumpulan_Al-Qur.27an_di_masa_Khulafaur_Rasyidin"></a></p>
<h4><span class="mw-headline">Pengumpulan Al-Qur&#8217;an di masa Khulafaur Rasyidin</span></h4>
<p><a id="Pada_masa_pemerintahan_Abu_Bakar" name="Pada_masa_pemerintahan_Abu_Bakar"></a></p>
<h5><span class="mw-headline">Pada masa pemerintahan Abu Bakar</span></h5>
<p>Pada masa kekhalifahan <a title="Abu Bakar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abu_Bakar">Abu Bakar</a>, terjadi beberapa pertempuran (dalam perang yang dikenal dengan nama <a class="new" title="Perang Ridda (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perang_Ridda&amp;action=edit&amp;redlink=1">perang Ridda</a>) yang mengakibatkan tewasnya beberapa penghafal Al-Qur&#8217;an dalam jumlah yang signifikan. <a title="Umar bin Khattab" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Umar_bin_Khattab">Umar bin Khattab</a> yang saat itu merasa sangat khawatir akan keadaan tersebut lantas meminta kepada Abu Bakar untuk mengumpulkan seluruh tulisan Al-Qur&#8217;an yang saat itu tersebar di antara para <a title="Sahabat Nabi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sahabat_Nabi">sahabat</a>. Abu Bakar lantas memerintahkan <a title="Zaid bin Tsabit" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Zaid_bin_Tsabit">Zaid bin Tsabit</a> sebagai koordinator pelaksaan tugas tersebut. Setelah pekerjaan tersebut selesai dan Al-Qur&#8217;an tersusun secara rapi dalam satu <a class="new" title="Mushaf (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mushaf&amp;action=edit&amp;redlink=1">mushaf</a>, hasilnya diserahkan kepada Abu Bakar. Abu Bakar menyimpan mushaf tersebut hingga wafatnya kemudian mushaf tersebut berpindah kepada Umar sebagai khalifah penerusnya, selanjutnya mushaf dipegang oleh anaknya yakni Hafsah yang juga istri Nabi Muhammad SAW.</p>
<p><a id="Pada_masa_pemerintahan_Utsman_bin_Affan" name="Pada_masa_pemerintahan_Utsman_bin_Affan"></a></p>
<h5><span class="mw-headline">Pada masa pemerintahan Utsman bin Affan</span></h5>
<p>Pada masa pemerintahan khalifah ke-3 yakni <a title="Utsman bin Affan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Utsman_bin_Affan">Utsman bin Affan</a>, terdapat keragaman dalam cara pembacaan Al-Qur&#8217;an (qira&#8217;at) yang disebabkan oleh adanya perbedaan <a title="Dialek" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dialek">dialek</a> (lahjah) antar suku yang berasal dari daerah berbeda-beda. Hal ini menimbulkan kekhawatiran Utsman sehingga ia mengambil kebijakan untuk membuat sebuah mushaf standar (menyalin mushaf yang dipegang Hafsah) yang ditulis dengan sebuah jenis penulisan yang baku. Standar tersebut, yang kemudian dikenal dengan istilah cara penulisan (rasam) Utsmani yang digunakan hingga saat ini. Bersamaan dengan standarisasi ini, seluruh mushaf yang berbeda dengan standar yang dihasilkan diperintahkan untuk dimusnahkan (dibakar). Dengan proses ini Utsman berhasil mencegah bahaya laten terjadinya perselisihan di antara umat Islam di masa depan dalam penulisan dan pembacaan Al-Qur&#8217;an.</p>
<p>Mengutip hadist riwayat <a title="Abu Dawud" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abu_Dawud">Ibnu Abi Dawud</a> dalam <em>Al-Mashahif</em>, dengan sanad yang shahih:</p>
<dl>
<dd><em>Suwaid bin Ghaflah berkata, &#8220;Ali mengatakan: Katakanlah segala yang baik tentang Utsman. Demi Allah, apa yang telah dilakukannya mengenai mushaf-mushaf Al Qur&#8217;an sudah atas persetujuan kami. Utsman berkata, &#8216;Bagaimana pendapatmu tentang isu qira&#8217;at ini? Saya mendapat berita bahwa sebagian mereka mengatakan bahwa qira&#8217;atnya lebih baik dari qira&#8217;at orang lain. Ini hampir menjadi suatu kekufuran&#8217;. Kami berkata, &#8216;Bagaimana pendapatmu?&#8217; Ia menjawab, &#8216;Aku berpendapat agar umat bersatu pada satu mushaf, sehingga tidak terjadi lagi perpecahan dan perselisihan.&#8217; Kami berkata, &#8216;Pendapatmu sangat baik&#8217;.&#8221;</em></dd>
</dl>
<p>Menurut Syaikh Manna&#8217; Al-Qaththan dalam <em>Mahabits fi &#8216;Ulum Al Qur&#8217;an</em>, keterangan ini menunjukkan bahwa apa yang dilakukan Utsman telah disepakati oleh para sahabat. Demikianlah selanjutnya Utsman mengirim utusan kepada Hafsah untuk meminjam mushaf Abu Bakar yang ada padanya. Lalu Utsman memanggil Zaid bin Tsabit Al-Anshari dan tiga orang Quraish, yaitu Abdullah bin Az-Zubair, Said bin Al-Ash dan Abdurrahman bin Al-Harits bin Hisyam. Ia memerintahkan mereka agar menyalin dan memperbanyak mushaf, dan jika ada perbedaan antara Zaid dengan ketiga orang Quraish tersebut, hendaklah ditulis dalam bahasa Quraish karena Al Qur&#8217;an turun dalam dialek bahasa mereka. Setelah mengembalikan lembaran-lembaran asli kepada Hafsah, ia mengirimkan tujuh buah mushaf, yaitu ke Mekkah, Syam, Yaman, Bahrain, Bashrah, Kufah, dan sebuah ditahan di Madinah (mushaf al-Imam).</p>
<p>http://id.wikipedia.org/wiki/Al-Qur&#8217;an#Makkiyah_dan_Madaniyah</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lsqbinamuda.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lsqbinamuda.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lsqbinamuda.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lsqbinamuda.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lsqbinamuda.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lsqbinamuda.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lsqbinamuda.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lsqbinamuda.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lsqbinamuda.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lsqbinamuda.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lsqbinamuda.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lsqbinamuda.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lsqbinamuda.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lsqbinamuda.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lsqbinamuda.wordpress.com&amp;blog=5490323&amp;post=33&amp;subd=lsqbinamuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lsqbinamuda.wordpress.com/2008/11/14/sejarah-al-quran-hingga-berbentuk-mushaf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bc4fcebed6b971cc3cc40c56a1233f5b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lsqbinamuda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengenalan Ilmu Hadits</title>
		<link>http://lsqbinamuda.wordpress.com/2008/11/14/pengenaln-ilmu-hadits/</link>
		<comments>http://lsqbinamuda.wordpress.com/2008/11/14/pengenaln-ilmu-hadits/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2008 07:38:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lsqbinamuda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadits]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lsqbinamuda.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[KATA PENGANTAR Ringkasan dasar-dasar pengenalan ilmu hadits ini adalah merupakan salinan ringkas dari kajian Ustadz Abu Ihsan Al-atsary di Tokyo. Semoga ringkasan ini bermanfaat bagi kaum muslimin sebagai sentuhan awal dalam mempelajari dan mencintai warisan berharga dari Rasulullah shollollahu’alaihiwasallam yaitu ilmu Hadits. Hadits adalah pensyarah yang menjelaskan kemujmalan (keglobalan) Al-qur’an. Misalnya di dalam Al-qur’an ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lsqbinamuda.wordpress.com&amp;blog=5490323&amp;post=30&amp;subd=lsqbinamuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="post-content">
<p><strong>KATA PENGANTAR<br />
</strong></p>
<p>Ringkasan dasar-dasar pengenalan ilmu hadits ini adalah merupakan salinan ringkas dari kajian Ustadz Abu Ihsan Al-atsary di Tokyo. Semoga ringkasan ini bermanfaat bagi kaum muslimin sebagai sentuhan awal dalam mempelajari dan mencintai warisan berharga dari Rasulullah shollollahu’alaihiwasallam yaitu ilmu Hadits.</p>
<p>Hadits adalah pensyarah yang menjelaskan kemujmalan (keglobalan) Al-qur’an. Misalnya di dalam Al-qur’an ada perintah untuk mengerjakan sholat, akan tetapi di dalamnya tidak dijelaskan bagaimana cara mengerjakan sholat. Semua hukum-hukum yang berkaitan dengan sholat seperti waktu sholat, rukun-rukun sholat, gerakan-gerakan sholat, pembatal-pembatal sholat, dan hukum-hukum lainnya dapat kita temukan penjelasannya di dalam Hadits Rasulullah shollollahu’alaihiwasallam.</p>
<p>Materi di dalam tulisan ini hanya memfokuskan pembahasan pada istilah-istilah dalam ilmu Hadits. Dengan mengetahui istilah-istilah tersebut semoga dapat membantu kaum muslimin yang awam dalam ilmu Hadits memahami buku-buku karangan para ahlul ilm (ulama). Ilmu Hadits adalah ilmu yang sangat luas dan ilmiah. Oleh karena itu, tidak cukup dengan hanya mengetahui istilah-istilahnya, akan tetapi jika ingin mendalami ilmu ini, seorang tholabul ilm (penuntut ilmu agama) hendaknya membekali dengan ilmu-ilmu ushul terlebih dahulu, seperti bahasa arab (nahwu, shorof, dan balaghoh), Tauhid, Mustholahul Hadits, ushul tafsir, dan ushul fiqh.</p>
<p>Semoga tulisan ringkas ini memotivasi kita semua untuk menekuni ilmu agama yang merupakan kewajiban bagi kaum muslimin. Sehingga kita tidak berbicara mengenai masalah agama ini dengan kebodohan, karena sering kali saya temukan berapa banyak orang-orang bodoh yang berbicara ngawur tentang permasalahan agama tanpa dilandasi dengan ilmu dan pemahaman yang benar. Orang-orang bodoh tersebut dengan sombongnya berpendapat begini dan begitu tentang agama serta menolak kebenaran yang datang dengan hujjah (argumentasi) kepada mereka. Ketahuilah bahwa agama ini diturunkan dengan wahyu dari Robbul ‘alamin Allah subhanahuwata’ala, dan kita beragama juga dilandasi dengan wahyu (Al-qur’an dan Sunnah), sehingga kita wajib mendahulukan wahyu dibandingkan dengan akal dalam membahas masalah-masalah keagamaan.</p>
<p><strong>PENDAHULUAN</strong></p>
<p>1) Pada awalnya Rasulullah shollollahu’alaihiwasallam melarang para sahabat menuliskan Hadits, karena dikhawatirkan akan bercampur-baur penulisannya dengan Al-qur’an.</p>
<p>2) Perintah untuk menuliskan Hadits yang pertama kali adalah oleh khalifah Umar bin abdul aziz. Beliau menulis surat kepada gubernurnya di Madinah yaitu Abu bakar bin Muhammad bin amr hazm al-alsory untuk membukukan Hadits.</p>
<p>3) Ulama yang pertama kali mengumpulkan Hadits adalah Ar-robi bin sobiy dan Said bin abi arobah, akan tetapi pengumpulan Hadits tersebut masih acak (tercampur antara yang sohih dengan, dhoif, dan perkataan para sahabat.</p>
<p>4) Pada kurun ke-2 imam Malik menulis kitab Al-muwatho di Madinah, di Makkah Hadits dikumpulkan oleh Abu muhammad abdul malik bin ibnu juraiz, di Syam oleh imam Al-auza i, di Kuffah oleh Sufyan at-tsauri, di Basroh oleh Hammad bin salamah.</p>
<p>5) Pada awal abad ke-3 hijriyah mulai dikarang kitab-kitab musnad (seperti musnad Na’im ibnu hammad).</p>
<p>6) Pada pertengahan abad ke-3 hijriyah mulai dikarang kitab shohih Bukhori dan Muslim.</p>
<p><strong>PEMBAHASAN</strong></p>
<p><strong>Ilmu Hadits :</strong><br />
ilmu yang membahas kaidah-kaidah untuk mengetahui kedudukan sanad dan matan, apakah diterima atau ditolak.</p>
<p><strong>Hadits : </strong><br />
Apa-apa yang disandarkan kepada Rasulullah shollollahu’alaihiwasallam, berupa perkataan, perbuatan, persetujuan, dan sifat (lahiriyah dan batiniyah).</p>
<p><strong>Sanad : </strong><br />
Mata rantai perawi yang menghubungkannya ke matan.</p>
<p><strong>Matan :</strong><br />
Perkataan-perkataan yang dinukil sampai ke akhir sanad.</p>
<p><strong>PEMBAGIAN HADITS </strong></p>
<p>Dilihat dari konsekuensi hukumnya :</p>
<p>1) Hadits Maqbul (diterima) : terdiri dari Hadits sohih dan Hadits Hasan<br />
2) Hadits Mardud (ditolak) : yaitu Hadits dhoif</p>
<p><strong><em>Penjelasan :</em></strong></p>
<p><strong>HADITS SOHIH :</strong><br />
Yaitu Hadits yang memenuhi 5 syarat berikut ini :</p>
<p>§	Sanadnya bersambung (telah mendengar/bertemu antara para perawi).<br />
§	Melalui penukilan dari perawi-perawi yang adil.</p>
<p><em><strong>Perawi yang adil</strong></em> adalah perawi yang muslim, baligh (dapat memahami perkataan dan menjawab pertanyaan), berakal, terhindar dari sebab-sebab kefasikan dan rusaknya kehormatan (contoh-contoh kefasikan dan rusaknya kehormatan adalah seperti melakukan kemaksiatan dan bid’ah, termasuk diantaranya merokok, mencukur jenggot, dan bermain musik).<br />
§	Tsiqoh (yaitu hapalannya kuat).<br />
§	Tidak ada syadz<br />
(<strong><em>syadz</em> </strong>adalah seorang perawi yang tsiqoh menyelisihi perawi yang lebih tsiqoh darinya.<br />
§	Tidak ada illat atau kecacatan dalam Hadits</p>
<p>Hukum Hadits sohih : dapat diamalkan dan dijadikan hujjah.</p>
<p><strong>HADITS HASAN :</strong><br />
Yaitu Hadits yang apabila perawi-perawinya yang hanya sampai pada tingkatan soduq (tingkatannya berada dibawah tsiqoh).</p>
<p><strong><em>Soduq :</em></strong> tingkat kesalahannya 50: 50 atau di bawah 60% tingkat ke tsiqoan-nya.</p>
<p>Soduq bisa terjadi pada seorang perawi atau keseluruhan perawi pada rantai sanad.</p>
<p>Para ulama dahulu meneliti tingkat ketsiqo-an seorang perawi adalah dengan memberikan ujian, yaitu disuruh membawakan 100 hadits berikut sanad-sanadnya. Jika sang perawi mampu menyebutkan lebih dari 60 hadits (60%) dengan benar maka sang perawi dianggap tsiqoh.</p>
<p>Hukum Hadits Hasan : dapat diamalkan dan dijadikan hujjah.</p>
<p><strong>HADITS HASAN SHOHIH</strong><br />
Penyebutan istilah Hadits hasan shohih sering disebutkan oleh imam Thirmidzi. Hadits hasan shohih dapat dimaknai dengan 2 pengertian :<br />
§ Imam Thirmidzi mengatakannya karena Hadits tersebut memiliki 2 rantai sanad/lebih. Sebagian sanad hasan dan sebagian lainnya shohih, maka jadilah dia Hadits hasan shohih.<br />
§	Jika hanya ada 1 sanad, Hadits tersebut hasan menurut sebagian ulama dan shohih oleh ulama yang lainnya.</p>
<p><strong>HADITS MUTTAFAQQUN ‘ALAIHI</strong><br />
Yaitu Hadits yang sepakat dikeluarkan oleh imam Bukhori dan imam Muslim pada kitab shohih mereka masing-masing.</p>
<p><strong>TINGKATAN HADITS SHOHIH</strong></p>
<p>§	Hadits muttafaqqun ‘alaihi<br />
§	Hadits shohih yang dikeluarkan oleh imam Bukhori saja<br />
§	Hadits shohih yang dikeluarkan oleh imam Muslim saja<br />
§	Hadits yang sesuai dengan syarat Bukhori dan Muslim, serta tidak dicantumkan pada kitab-kitab shohih mereka.<br />
§	Hadits yang sesuai dengan syarat Bukhori<br />
§	Hadits yang sesuai dengan syarat Muslim<br />
§	Hadits yang tidak sesuai dengan syarat Bukhori dan Muslim</p>
<p>Syarat Bukhori dan Muslim : perawi-perawi yang dipakai adalah perawi-perawi Bukhori dan Muslim dalam shohih mereka.</p>
<p><strong>HADITS DHOIF</strong><br />
Hadits yang tidak memenuhi salah satu/lebih syarat Hadits shohih dan Hasan.</p>
<p>Hukum Hadits dhoif : tidak dapat diamalkan dan tidak boleh meriwayatkan Hadits dhoif kecuali dengan menyebutkan kedudukan Hadits tersebut.</p>
<p>http://tumpah.blogsome.com/2005/04/13/ringkasan-dasar-dasar-pengenalan-ilmu-hadits-bagian-1/</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lsqbinamuda.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lsqbinamuda.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lsqbinamuda.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lsqbinamuda.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lsqbinamuda.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lsqbinamuda.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lsqbinamuda.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lsqbinamuda.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lsqbinamuda.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lsqbinamuda.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lsqbinamuda.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lsqbinamuda.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lsqbinamuda.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lsqbinamuda.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lsqbinamuda.wordpress.com&amp;blog=5490323&amp;post=30&amp;subd=lsqbinamuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lsqbinamuda.wordpress.com/2008/11/14/pengenaln-ilmu-hadits/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bc4fcebed6b971cc3cc40c56a1233f5b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lsqbinamuda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Struktur dan Pembagian Al-Qur&#8217;an</title>
		<link>http://lsqbinamuda.wordpress.com/2008/11/14/struktur-dan-pembagian-al-quran/</link>
		<comments>http://lsqbinamuda.wordpress.com/2008/11/14/struktur-dan-pembagian-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2008 02:38:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lsqbinamuda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lsqbinamuda.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Surat, ayat dan ruku&#8217; Al-Qur&#8217;an terdiri atas 114 bagian yang dikenal dengan nama surah (surat). Setiap surat akan terdiri atas beberapa ayat, di mana surat terpanjang dengan 286 ayat adalah surat Al Baqarah dan yang terpendek hanya memiliki 3 ayat yakni surat Al Kautsar dan Al-‘Așr. Total jumlah ayat dalam Al-Qur&#8217;an mencapai 6236 ayat di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lsqbinamuda.wordpress.com&amp;blog=5490323&amp;post=26&amp;subd=lsqbinamuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><span class="mw-headline">Surat, ayat dan ruku&#8217;</span></h3>
<p>Al-Qur&#8217;an terdiri atas 114 bagian yang dikenal dengan nama <a title="Surah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surah">surah</a> (surat). Setiap surat akan terdiri atas beberapa ayat, di mana surat terpanjang dengan 286 ayat adalah <a class="mw-redirect" title="Surat Al Baqarah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surat_Al_Baqarah">surat Al Baqarah</a> dan yang terpendek hanya memiliki 3 ayat yakni <a class="mw-redirect" title="Surat Al Kautsar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surat_Al_Kautsar">surat Al Kautsar</a><br />
dan Al-‘Așr. Total jumlah ayat dalam Al-Qur&#8217;an mencapai 6236 ayat di<br />
mana jumlah ini dapat bervariasi menurut pendapat tertentu namun bukan<br />
disebabkan perbedaan isi melainkan karena cara/aturan menghitung yang<br />
diterapkan. Surat-surat yang panjang terbagi lagi atas sub bagian lagi<br />
yang disebut ruku&#8217; yang membahas tema atau topik tertentu.</p>
<p><a id="Makkiyah_dan_Madaniyah" name="Makkiyah_dan_Madaniyah"></a></p>
<h3><span class="mw-headline">Makkiyah dan Madaniyah</span></h3>
<p>Sedangkan menurut tempat diturunkannya, setiap surat dapat dibagi atas surat-surat <a title="Makkiyah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Makkiyah">Makkiyah</a> (surat <a title="Mekkah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mekkah">Mekkah</a>) dan <a title="Madaniyah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Madaniyah">Madaniyah</a> (surat <a title="Madinah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Madinah">Madinah</a>).<br />
Pembagian ini berdasarkan tempat dan waktu penurunan surat dan ayat<br />
tertentu di mana surat-surat yang turun sebelum Rasulullah SAW <a title="Hijrah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hijrah">hijrah</a> ke <a title="Madinah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Madinah">Madinah</a><br />
digolongkan surat Makkiyah sedangkan setelahnya tergolong surat<br />
Madaniyah. Pembagian berdasar fase sebelum dan sesudah hijrah ini lebih<br />
tepat,sebab ada surat Madaniyah yang turun di Mekkah</p>
<p><a id="Juz_dan_manzil" name="Juz_dan_manzil"></a></p>
<h3><span class="mw-headline">Juz dan manzil</span></h3>
<p>Dalam skema pembagian lain, Al-Qur&#8217;an juga terbagi menjadi 30 bagian dengan panjang sama yang dikenal dengan nama <em>juz</em>.<br />
Pembagian ini untuk memudahkan mereka yang ingin menuntaskan bacaan<br />
Al-Qur&#8217;an dalam 30 hari (satu bulan). Pembagian lain yakni manzil<br />
memecah Al-Qur&#8217;an menjadi 7 bagian dengan tujuan penyelesaian bacaan<br />
dalam 7 hari (satu minggu). Kedua jenis pembagian ini tidak memiliki<br />
hubungan dengan pembagian subyek bahasan tertentu.</p>
<p><a id="Menurut_ukuran_surat" name="Menurut_ukuran_surat"></a></p>
<h3><span class="mw-headline">Menurut ukuran surat</span></h3>
<p>Kemudian dari segi panjang-pendeknya, surat-surat yang ada didalam Al-Qur’an terbagi menjadi empat bagian, yaitu:</p>
<ul>
<li>As Sab’uththiwaal (tujuh surat yang panjang). Yaitu Surat <a class="mw-redirect" title="Al-Baqarah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Al-Baqarah">Al-Baqarah</a>, <a class="mw-redirect" title="Ali Imran" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_Imran">Ali Imran</a>, <a class="mw-redirect" title="An-Nisaa’" href="http://id.wikipedia.org/wiki/An-Nisaa%E2%80%99">An-Nisaa’</a>, <a class="mw-redirect" title="Al-A’raaf" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Al-A%E2%80%99raaf">Al-A’raaf</a>, <a class="mw-redirect" title="Al-An’aam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Al-An%E2%80%99aam">Al-An’aam</a>, <a class="mw-redirect" title="Al Maa-idah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Al_Maa-idah">Al Maa-idah</a> dan <a class="mw-redirect" title="Surat Yunus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surat_Yunus">Yunus</a></li>
<li>Al Miuun (seratus ayat lebih), seperti <a class="mw-redirect" title="Surat Hud" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surat_Hud">Hud</a>, <a class="mw-redirect" title="Surat Yusuf" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surat_Yusuf">Yusuf</a>, <a class="mw-redirect" title="Surat Mu’min" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surat_Mu%E2%80%99min">Mu&#8217;min</a> dan sebagainya</li>
<li>Al Matsaani (kurang sedikit dari seratus ayat), seperti <a class="mw-redirect" title="Surat Al Anfaal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surat_Al_Anfaal">Al-Anfaal</a>, <a class="mw-redirect" title="Surat Al Hijr" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surat_Al_Hijr">Al-Hijr</a> dan sebagainya</li>
<li>Al Mufashshal (surat-surat pendek), seperti <a class="mw-redirect" title="Adh Dhuha" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Adh_Dhuha">Adh-Dhuha</a>, <a class="mw-redirect" title="Al-Ikhlas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Al-Ikhlas">Al-Ikhlas</a>, <a class="mw-redirect" title="Al-Falaq" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Al-Falaq">Al-Falaq</a>, <a class="mw-redirect" title="An-Nas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/An-Nas">An-Nas</a> dan sebagainya</li>
</ul>
<p>http://id.wikipedia.org/wiki/Al-Qur&#8217;an</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lsqbinamuda.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lsqbinamuda.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lsqbinamuda.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lsqbinamuda.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lsqbinamuda.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lsqbinamuda.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lsqbinamuda.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lsqbinamuda.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lsqbinamuda.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lsqbinamuda.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lsqbinamuda.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lsqbinamuda.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lsqbinamuda.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lsqbinamuda.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lsqbinamuda.wordpress.com&amp;blog=5490323&amp;post=26&amp;subd=lsqbinamuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lsqbinamuda.wordpress.com/2008/11/14/struktur-dan-pembagian-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bc4fcebed6b971cc3cc40c56a1233f5b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lsqbinamuda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nama-nama Lain dari Al-Qur&#8217;an</title>
		<link>http://lsqbinamuda.wordpress.com/2008/11/14/nama-nama-lain-dari-al-quran/</link>
		<comments>http://lsqbinamuda.wordpress.com/2008/11/14/nama-nama-lain-dari-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2008 02:28:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lsqbinamuda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lsqbinamuda.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Dalam Al-Qur&#8217;an sendiri terdapat beberapa ayat yang menyertakan nama lain yang digunakan untuk merujuk kepada Al-Qur&#8217;an itu sendiri. Berikut adalah nama-nama tersebut dan ayat yang mencantumkannya: Al-Kitab, QS(2:2),QS (44:2) Al-Furqan (pembeda benar salah): QS(25:1) Adz-Dzikr (pemberi peringatan): QS(15:9) Al-Mau&#8217;idhah (pelajaran/nasehat): QS(10:57) Al-Hukm (peraturan/hukum): QS(13:37) Al-Hikmah (kebijaksanaan): QS(17:39) Asy-Syifa&#8217; (obat/penyembuh): QS(10:57), QS(17:82) Al-Huda (petunjuk): QS(72:13), QS(9:33) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lsqbinamuda.wordpress.com&amp;blog=5490323&amp;post=20&amp;subd=lsqbinamuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam Al-Qur&#8217;an sendiri terdapat beberapa ayat yang menyertakan nama lain yang digunakan untuk merujuk kepada Al-Qur&#8217;an itu sendiri. Berikut adalah nama-nama tersebut dan ayat yang mencantumkannya:</p>
<table style="background-color:transparent;height:124px;" border="0" width="686">
<tbody>
<tr>
<td align="left" valign="top">
<ul>
<li>Al-Kitab, QS(2:2),QS (44:2)</li>
<li>Al-Furqan (pembeda benar salah): QS(25:1)</li>
<li>Adz-Dzikr (pemberi peringatan): QS(15:9)</li>
<li>Al-Mau&#8217;idhah (pelajaran/nasehat): QS(10:57)</li>
<li>Al-Hukm (peraturan/hukum): QS(13:37)</li>
<li>Al-Hikmah (kebijaksanaan): QS(17:39)</li>
<li>Asy-Syifa&#8217; (obat/penyembuh): QS(10:57), QS(17:82)</li>
<li>Al-Huda (petunjuk): QS(72:13), QS(9:33)</li>
<li>At-Tanzil (yang diturunkan): QS(26:192)</li>
<li>Ar-Rahmat (karunia): QS(27:77)</li>
<li>Ar-Ruh (ruh): QS(42:52)</li>
<li>Al-Bayan (penerang): QS(3:138)</li>
<li>Al-Kalam (ucapan/firman): QS(9:6)</li>
<li>Al-Busyra (kabar gembira): QS(16:102)</li>
<li>An-Nur (cahaya): QS(4:174)</li>
<li>Al-Basha&#8217;ir (pedoman): QS(45:20)</li>
<li>Al-Balagh (penyampaian/kabar) QS(14:52)</li>
<li>Al-Qaul (perkataan/ucapan) QS(28:51)</li>
</ul>
</td>
<td align="left" valign="top">
<ul></ul>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lsqbinamuda.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lsqbinamuda.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lsqbinamuda.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lsqbinamuda.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lsqbinamuda.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lsqbinamuda.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lsqbinamuda.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lsqbinamuda.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lsqbinamuda.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lsqbinamuda.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lsqbinamuda.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lsqbinamuda.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lsqbinamuda.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lsqbinamuda.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lsqbinamuda.wordpress.com&amp;blog=5490323&amp;post=20&amp;subd=lsqbinamuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lsqbinamuda.wordpress.com/2008/11/14/nama-nama-lain-dari-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bc4fcebed6b971cc3cc40c56a1233f5b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lsqbinamuda</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
